Dari lubuk hati yang mulai bosan,
dari segala lelah yang mengusik angan,
sadarkah engkau tuan puan,
kerinduanku menjelma ibarat kesunyian
Sadarkah
engkau kekasih, raga kita terpasung jarak.
meski
jiwa kita melekat dalam awan yang ber-arak,
tapi
ketahuilah raga tanpa jiwa ialah kehampaan,
begitupula
jiwa tanpa raga ialah kesunyian.
Bagaimana engkau tahu aku,
jika engkau hanya datang lantas berlalu.
Bagaimana engkau pahami aku,
jika engkau hanya berkunjung
untuk membuang masa lalu.
Seperti
malam, diriku terlalu sunyi
untuk
engkau singgahi, untuk engkau temui.
Tapi
percayalah, sosok temu terwakilkan oleh doa,
disetiap
akhir rakaat, disetiap pilinan tasbih yang sesaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar