Tulisan

Kamis, 26 Desember 2013

Lain Perumpamaan

Denting jam mulai bersahutan,
sunyi senyap mulai berdatangan,
malam semakin terasa mati,
setelah kepergianmu tinggalkan sepi

                             Ingatlah kekasih, kita mencinta ibarat angin,
                             bertiupan kesana kemari lantas pergi.
                             Atau bahkan mencinta seperti bunga,
                             meski nampak ayu namun pada akhirnya tetap layu.

Tapi kita mencinta bukan seperti itu,
kita mencinta untuk melebur rasa,
untuk saling mengisi kekosongan jiwa dan raga
agar terkabul bahagia.


Temu Sesaat

Dari lubuk hati yang mulai bosan,
dari segala lelah yang mengusik angan,
sadarkah engkau tuan puan,
kerinduanku menjelma ibarat kesunyian

                                            Sadarkah engkau kekasih, raga kita terpasung jarak.
                                            meski jiwa kita melekat dalam awan yang ber-arak,
                                            tapi ketahuilah raga tanpa jiwa ialah kehampaan,
                                            begitupula jiwa tanpa raga ialah kesunyian.

Bagaimana engkau tahu aku,
jika engkau hanya datang lantas berlalu.
Bagaimana engkau pahami aku,
jika engkau hanya  berkunjung untuk membuang masa lalu.

                                            Seperti malam, diriku terlalu sunyi
                                            untuk engkau singgahi, untuk engkau temui.
                                            Tapi percayalah, sosok temu terwakilkan oleh doa,

                                            disetiap akhir rakaat, disetiap pilinan tasbih yang sesaat

Rabu, 25 Desember 2013

Ketiadaan-mu

Berapa kali harus kuucap cinta,
berapa kali harus kuucap sayang,
jika hatimu masih terpenjara,
jika hatimu masih dalam kenang

         
                             Biarlah senyap malam menjadi saksi bisu,
                             tentang kita yang dihadapkan waktu,
                             tentang kita yang membasuh pilu,
                             walau sebatas merangkul bahu

Ketahuilah, aksara tak bisa terdiam
sesaat setelah engkau tinggalkan muram,
pada pemuda yang memujamu,

pada pemuda yang  memujq ketiadaanmu~

Lebih dekat dari aku?

Pada pertengahan malam,
aku larut dalam kesepian yang mencekam,
bukan lengkingan anjing ataupun decit hewan malam
melainkan sosok hitam legam berwajah kusam…
                            
Kucoba menyentuhnya, begitupula ia menyentuhku
                             Kucoba mendekatinya, begitupula ia mendekatiku
                             Suara samar terdengar mencekam
                             Nafas memburu berusaha mencengkeram

Tersadarlah siapa itu,
bayangan diriku,
bayangan jiwaku,
aku dan penyangga ragaku~

Bayang Kenang~

Di kota ini langit menggulung senja
lampu lampu betebaran menyala jingga
sudut sudut mata tertera aura fana
entah apa yg terlihat, samar samar bermakna
Lengkung senyum dibibir merah
gadis manis berwajah cerah
kau-kah itu yg kucari gadis pembawa berkah?
atau hanya sebatas pemberi susah? 
Entahlah, di malam tenang aku mengenang, 
di langit terang aku benderang, 
kunang kunang bernyanyi riang, hapus senyap senyap hingga hilang~